Beranda » Cerita Pendek » Tidak Ada Indocafe Malam Ini

Tidak Ada Indocafe Malam Ini

Tidak ada yang tahu pasti sekarang musim kemarau atau penghujan, seharian cuaca mendung, menjalang sore hujan deras sampai malam, warung mangaep masih saja tutup, entah apa yang membuatnya tidak buka seharian, memang daya beli sekarang turun derastis, tetapi pasti ada saja yang membutuhkan kopi indocafe setiap harinya, terpaksa harus membeli kopi dalam botol di minimarket terdekat.

kopi indocafe

Rasanya seperti ada yang kurang dalam hidup ini, kopi dalam kemasan botol memang rasanya manis dan dingin, jika harus dihangatkan tidak mungkin, untuk dikonsumsi ketika dingin, minuman dingin selalu cepat habis diminum jika dibandingkan dengan yang panas, sudah pernah mencobanya meminum berlahan dengan tempo yang cukup lama, hasilnya adalah minuman tersebut tidak terlalu nikmat untuk dinikmati.

Perasaan malam ini tidak menentu, detak jantung tidak lagi berirama seperti lantunan lagu folk, merasa bersalah kerena sudah sering meminum kopi selain indocafe, seperti ada yang hilang, hujan sudah mulai reda, sesekali melihat ke balakang rumah, apakah warung mangaep sudah buka? menganalisa sekitar lampu depan menyala tetapi tidak ada motor yang terparkir, sepertinya ada, dalam hati mungkin motor sudah dimasukan ke dalam rumah karena hujan, berjalan menuju warung mangaep melewati jalanan yang setengah banjir, diiringi nyanyian suara kodok yang saling menyaut.

Sudah lima puluh langkah, tepat di depan warung mangaep rasa kesal muncul lagi, pintu tertutup rapat, tidak seorang sedang duduk di halaman depan, kembali ke rumah dengan membawa penyesalan, seharusnya tidak perlu kemari, sandal menjadi tebal, tanah ikut melapisi bagian bawah sandal, melangkah pulang membawa beban yang lebih, memang harus meminum es kopi lagi.

Pintu kulkas menanti, beberapa botol kopi berbaris rapi di pintu kulkas, selain harganya relatif murah dan rasanya pas-pasan, cuaca yang dingin dan kopi yang kelewat hampir menjadi es batu menemani malam ini, tidak ada kabar dari burung penjaga pintu doraemon, burung itu sedang kesal seharian, mulutnya sedang sariawan terlalu banyak makan daging, tidak bisa mengomel seharian, wajahnya murung, tidak ada segaris kerutan yang menandatan burung akan tersenyum.

“hey manusia! kenapa tidak membeli di warung lain?” tiba-tiba kucing bertanya.

“hey meong! memang indocafe bisa didapatkan dimana saja, tetapi kopi yang paling nikmat adalah kopi indocafe buatan mangaep”, kucing tersebut mengangguk lalu mencuri kepala ikan.

Malam ini tidak ada hal yang menyenangkan, meminum kopi dingin sudah habis tiga botol, rasanya haus, tenggorokan menjadi gatal, perasaan jadi kacau, dan suasana mencekam, sepertinya malam ini akan mimpi buruk, otak masih memikirkan mendapatkan kopi indocafe buatan mangaep, sudah larut malam, mata mulai letih melihat genangan air di tanah sudah seperti indocafe.

Untung tersadar ketika menginjak kodok, hampir saja saya meminum genangan air di tanah yang berlubang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *