makanan-sisa-kemaren.jpg

Sisa Kemarin

Pagi buta lapig sudah bangun dari kasurnya yang berwarna krem kecoklatan sebenarnya warna putih, rasanya seperti tidak tidur di kasur, tebal tidak sampai satu sentimeter, ketika bangun badan langsung pegal-pegal.

Mandar-mandir mencari sesuatu yang bisa dimakan, ternyata tidak ada hanya beberapa makanan sisa kamaren, satu piring nasi yang sudah mengeras dan gorengan dingin seperti es krim, namun lapig masih mencari hal lain.

Dapur adalah hal yang sering dikunjungi lapig meski hanya ada tumpukan piring kotor dan kompor gas yang sudah tidak berbentuk, serta tabung gas dengan label “hanya untuk masyarakat miskin”.

Pencarian yang cukup lama menghabiskan waktu satu jam kurang lebih akhirnya menemukan satu kresek tahu susu Bandung, wajahnya langsung sumringah.

Akhirnya menemukan harta karun di kresek dekat tong sampah

lapig kegirangan

Membuka plastik tranparan, menyiapkan mangkok bersih, dicampur air minum dan sedikit garam agar lebih terasa tahu tersebut, ketika semuanya sudah siap hal yang tidak diinginkan terjadi.

Baca Juga:  (Cerpen) Tamu

Kompor tidak mau menyala, sudah beberapa kali tidak berhasil, sampai keringat dingin dan gemetar sudah terlanjur lapar, tidak lain gas habis.

Tidak ada orang lain selain dirinya, membawa gas kosong menuju warung terdekat, sesampainya disana gas kosong, pencarian belum berakhir lapig mengelilingi semua warung di sudut kota.

Dari ujung selatan sampai utara semua stok gas habis, lapig hilang semangat, badannya keburu lemas manahan lapar, pulang dengan tangan kosong.

Sialan gas habis semua, masa harus nambang sendiri ke dasar bumi!

lapig menggerutu

Duduk di sudut ruangan sambil meratapi nasib, lapig sampai meneteskan air mata tanpa sadar, perutnya selalu berbunyi seperti genderang mau perang, tidak beda jauh dengan konser musik edm kondisi perut lapig sekarang.

Baca Juga:  Kapan?

Namun teringat dengan nasi sisa kemaren lapig bangun dari keterpurukan menuju meja makan dan mangambil nasi kering, melahapnya dengan pelan-pelan sebab bikin sakit ditenggorokan, butuh waktu lama.

Setelah habis, baru menyadari tidak ada air minum, dengan terpaksa lapig meminum air kopi dari dua hari yang lalu, selang beberapa jam, lapig jadi sering berkunjung ke kamar mandi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *