Senin yang abu-abu

Sudah tiga hari tidak tidur lewat jam tengah malam, minum beberapa kopi tetap saja mengantuk ketika sudah jam sembilan malam, entah karena musim hujan dan cuaca rumah sedikit sejuk, sebab pada hari biasanya panasnya minta tolong.

Bangun subuh, kadang-kadang ibu membangunkan untuk menyuruh solat subuh, lebih tepatnya setiap hari, hanya saja saya yang kadang-kadang mendengarkan ibu menyuruh solat, karena pada jam empat pagi saya sudah bangun, berarti pada hari-hari sebelumnya, ya betul bangun jam tujuh, bagi saya adalah bangun subuh.

Seharian matahari tertutup awan hitam, saya bangun hanya untuk mencuci muka lalu kembali tidur, sebenarnya cukup tidur tujuh jam sehari hanya saja badan ini sangat ingin menempel di kasur yang tidak terlalu empuk tapi nyaman, sebab yang empuk belum tentu nyaman.

Bangun tidur lagi, tidur bangun lagi, sebuah kegiatan yang membosankan, tidak terlalu banyak aktifitas yang bisa dilakukan, membantu masak, membersihkan rumput, atau sekedar membaca buku yang sudah pernah dibaca, terdengar begitu biasa saja, tetapi selalu menikmati setiap detik ketika di rumah.

Tidak ada yang namanya perut lapar, atau kehabisan kopi di pagi hari, tidak begitu banyak teman, tukang warung langganan yang menjadi teman mengobrol dikala sore menjelang, secangkir kopi indocafe dan beberapa batang rokok gudang baru, sebab rokok tersebut sulit ditemukan, tetapi ketika di dunia rumah sangat gampang.

Untungnya koneksi internet di rumah lancar, ketika bosan, beberapa serial drama korea maupun barat, sangat mudah untuk dilahap beberapa episode sampai tamat hanya dengan beberapa hari.

Sisa uang saku sepertinya habis untuk membeli kuota streaming, sebab sudah beberapa tahun kebelakang kegiatan menonton televisi tidak pernah dilakukan lagi, selain tv pernah dimaling dan antena yang sudah roboh.

Jam tujuh pagi baru keluar dari kamar, melihat keluar udara sejuk dan mendung, angin lembab, kopi diskonan beli kemaren masih tersisa banyak, malas untuk pergi ke warung, tidak ada salahnya membuat kopi selain indocafe.

Ada beberapa anak mudah berseragam sekolah melintas di depan rumah, rupanya hari ini adalah hari pertama masuk sekolah awal semester baru, jadi teringat masa-masa sma, selalu membolos di jam siang, sebab sekolah pulang sore cukup menjengkelkan, tidak begitu banyak pelajaran yang diserap oleh otak.

Baru teringat bahwa bulan ini adalah awal semester, perasaan saya sudah lulus dari dunia kampus, ternyata itu hanya lamunan, nama saya masih terpampang dengan sebutan mahasiswa, sial menjadi mahasiswa kelewat akhir cukup membosankan.

Rasanya ingin cepat-cepat lulus, itu adalah harapan orang tua yang belum saya laksanakan, tidak biasanya saya meminum kopi dengan terburu-buru sebab teringat revisi dan wajah dosen, maaf ibu dan bapak dosen, tapi kopi ini kok rasanya pahit sekali padahal bukan kopi tanpa gula.

Kucing merengek minta makanan, ada empat kucing kampung dan satu kucing Persia milik kakak, orangnya entah kemana tetapi kucingnya ada di rumah, dan isi lemari kulkas selain dipenuhi oleh sayuran, makanan kucing cukup mendominasi.

Jam sudah menunjukan jam dua siang dan hari senin masih saja abu-abu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *