Pintu Kemana Saja

Ditulis oleh Redaksi pada June 5, 2020

Andai ada pintu kemana saja dalam kehidupan nyata, mungkin rasa rindu ini tidak akan menyebalkan dan menjengkelkan, apa harus kucing kampung yang ada di rumah dikutuk terlebih dahulu agar bisa menjadi doraemon, lalu mengeluarkan segala macam barang yang tidak lazim ditemui di dunia nyata.

Tiga hari untuk selamanya, salah satu film yang sederhana alurnya sederhana, perjalanan dua orang dari jakarta menuju jogja, jika dari bandung menuju jogja dengan menggunakan kereta pasundan yang menguji kesabaran manusia di dalamnya, pantat adalah saksi buta bahwa manusia itu sabar jika menggunakan kereta pasundan, hilangkan kelas-kelas di kereta, kamerad!.

Salah satunya adalah tepat waktu, tidak memakan waktu berhati-hari seperti film tiga hari selamanya, berangkat pagi buta sampai di jogja siang menuju sore, kereta ekonomi selalu singgah di stasiun nomer dua, harus menggunakan kendaraan lagi agar sampai di tengah kota.

Soto dipinggiran stasiun kedatangan dan kepulangan, semua bertumpu di warung soto ayam

Jangan pernah ke kota jogja, waktu mungkin terus berjalan tetap kenangan tetap abadi tersimpan diingatan, jangan jalan terlalu jauh, mungkin tersesat, perjalanan pulang akan terasa jauh, dan menanti hujan turun adalah kegiatan yang sangat bermanfaat.

Jika menemukan kucing berwarna biru laut dipinggiran tempat sampah, akan saya pungut, mengucapkan mantra yang sudah dihafalkan tiga bulan, akan ku kutuk menjadi doraemon dan ku paksa mengeluarkan pintu kemana saja.

Kucing kampung masih saja berwarna hitam.

meong-meong.