Kawin Silang AMP dan PWA

Ditulis oleh pemuda malkis pada June 27, 2020

Kecepatan loading blog atau website hukumnya wajib, tidak perlu speed internet yang cepat untuk mengakses suatu website, banyak cara agar loading cepat, kesel juga kalo membuka suatu halaman situs loadingnya kaya keong hamil diluar nikah, padahal internet kenceng.

Percobaan mengkawinkan antara PWA (Progessive Web Apps) dan AMP (Accelerated Mobile Pages). dua teknologi tersebut mampu meningkatkan kecepatan loading sebuah website dan pengalaman pengguna.

PWA sendiri dirancang agar menyerupai aplikasi mobile, jika sebelumnya pernah dibahas cara membuat aplikasi android untuk blog kira-kira seperti itu, kelebihan daripada membuat aplikasi web native PWA tidak menguras memori handphone hanya untuk menginstall aplikasi web native, bisa ditambahkan halaman depan smartphone tanpa menginstall aplikasi web native.

Bahkan bisa diakses ketika koneksi internet tidak stabil dan bisa diakses ketika offline oleh dukungan service worker teknologi, selain itu bisa ditambahkan fungsi push notifikasi, walaupun hampir mirip dengan aplikasi web native pada dasarnya pwa adalah aplikasi berbasis web.

Sedangkan AMP (Accelerated Mobile Pages) adalah program open source yang mampu meningkatkan waktu loading cepat, pada dasarnya amp akan menyimpan salinan web atau chance sebuah halaman situs dan dihost oleh google, ciri-ciri website yang menggunakan teknologi amp adalah adanya logo petir dihasil pencarian google.

Amp mirip seperti telegram instant view atau instans artikel milik facebook, kita bisa melihat isi konten website dengan cepat, ada keuntungan dan kerugian menggunakan teknologi tersebut, sudah pasti waktu loading sangat cepat, kekurangannya adalah halaman asli website tidak benar-benar dikunjungi hanya salinan dari chace dari website tersebut.

Lalu bagaimana jika menggabungkan AMP dan PWA, jawabannya sangat bisa, walaupun dua teknologi tersebut berbeda tetapi bisa berjalan berbarengan, pengalaman menjelajahi web akan lebih menyenangkan.