menulis-novel

Celengan Babi Sebuah Pengantar

Sudah lama tidak membaca buku, rasanya ada yang hampa, kerjaan hanya scroll sosial media, atau membaca berita singkat dengan pembahasan yang tidak penting kaya penting banget gitu. 

Begini rasanya jauh dari sumber bacaan, mencoba baca lewat pdf mata malah perih, sempat terpikir untuk menulis kembali entah apa saja lah, toh sumber bukan hanya dari buku, sumber yang paling valid adalah pangalaman. 

Ketika mencoba membuka aplikasi pengolah kata, tangan ini jadi kaku, gampang tegang padahal punya tulang, sedikit demi sedikit akhirnya bisa menulis beberapa lembar, banyak halangan, walaupun pengangguran tapi banyak kegiatan. 

Selesai lima lembar kepala jadi pusing, bukan karena tidak ada ide, padahal banyak ide yang menumpuk di kepala cuma menyalurkan ke kata-kata menjadi kalimat lantas jadi paragraf sangat susah sekali. 

Baca Juga:  bukber bersama kir

Sepertinya otak ini membeku, sempat melihat penerbit independen mengadakan promo, wahh sepertinya asik buat nerbitin buku, tulisannya belum kelar promosinya keburu kadaluarsa. 

Akhirnya niat awal untuk menulis luntur, banyak sebab juga, kondisi emosi yang tidak setabil, entah kenapa jadi gampang terpengaruh, ada orang badmood jadi ketularan badmood, gampang terpengaruh. 

Jadi nasib tulisan terlantas diatas tumpukan folder yang terkunci, memang butuh emosi yang stabil dan tenang supaya lancar berpikir, kadang hal yang sepele dibesarkan besarkan. 

Pada dasarnya niat kurang kencang, masih mudah goyang, butuh waktu untuk membuang hal yang mengganggu, memang susah menyelaraskan pikiran yang berbeda. 

Toh pada akhirnya memang tidak bisa diselaraskan, hanya bisa menerima hal yang memang bisa ditoleransi, mengubah sesuatu ke arah lebih baik itu bagus, kadang caranya yang salah, tidak semua hal bisa diselesaikan dengan apa yang kita pikirkan. 

Baca Juga:  Kereta Jalur Selatan Jawa dan Sesuatu di Jogja

Butuh penyesuaian bukan langsung ini itu, jatuhnya seperti pemaksaan, ketika tidak sesuai dengan yang diharapkan berujung kesal, kesal sendiri memang tidak enak tapi kalo kesal bikin nular yang ketularan juga tambah kesal. 

Sebenarnya nulis apa sih ini wkwkwk, enggak jelas, pokoknya ini sebuah pengantar, yang penting niat aja dulu lalu dikerjakan halangan pasti ada, selagi masih ada kemauan dan beberapa hal memadai. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *