buku transparan

Bulu Transparan

Bangun tidur suasana masih terlihat gelap, tidak ada matahari atau emak-emak yang sedang ngomel anaknya belum makan, atau tukang sayur yang datang, semua sepi, seperti masih subuh, ketika melihat jam di layar ponsel, lantas tersontak bangun dari kasur. 

Jam menunjukkan pukul lima sore bukan pagi 

Keluar kamar, terasa sedikit lega, ternyata masih ada di dunia dikira sudah di alam lain, lalu mengapa tidak ada orang yang melintas atau terdengar suara nafas yang berat, cuaca memang dingin sempat hujan turun namun hanya lewat. 

Lewat hanya beberapa detik, sepertinya malas singgah di tempat yang tidak banyak penghuni, memuju dapur hanya ada tulanh bekas kucing, dan air mentah, apa yang dilakukan ketika sendiri? 

Baca Juga:  Malam Pertama

Kembali ke tempat tidur, kepala sedikit pusing, hampir sudah beberapa jam, akhirnya tidur kembali, ketika bangun hari masih saja gelap, melihat jam sudah pukul enam pagi, niatnya mau tidur lagi, tapi takutnya tidur selamanya. 

Tidak ada kerjaan akhirnya mencabut bulu-bulu yang menempel di seluruh tubuh, melakukan kegiatan mencabut bulu hampir memakan satu minggu sampai semua bulu habis semua, merasa seperti belut. 

Hari masih saja gelap, matahari sedang cuti sepertinya, keesokan harinya matahari akhirnya terbit, ada yang aneh, bulu kembali tumbuh tetapi samar terlihat akhirnya keluar rumah telanjang terlihat bulu transparan hanya bisa terlihat ketika terpapar sinar matahari. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *