kopi janji jiwa

Bukan Janji Dalam Kopi

Menunggu terasa menyiksa ketika panas terik tak kunjung reda. Mengidamkan segelas minuman untuk mendorong sisa makanan yang masih tertinggal di kerongkongan. Mata yang sedari tadi berat hasil tidur malam yang terhambat, menantikan obat penghilang sepat.

Pesanan yang dinanti tak kunjung tiba, sudah hampir 1 jam lamanya. Lintingan rokok yang panjang telah lenyap jadi abu. Matahari semakin meninggi, tidak mungkin terus menanti. Sebuah panggilan dari nomor tak dikenal mengganggu lamunan, pesanan telah berpindah tangan.

Segelas minuman rasa kopi dengan segala nama janji, meninggalkan rasa manis di lidah dan kecewa dalam hati. Rasa yang dinanti terpaksa lebur oleh jarak dan waktu yang membagi. Tak bisa dinikmati seperti yang biasa diminum sehari-hari.

Baca Juga:  Korupsi

Rasanya sedih saat yang didambakan tak bisa terpenuhi. Ampas tersisa sudah tergeletak di tempat sampah. Ada rasa bersalah dan kecewa. Mencoba membuat harinya lebih bahagia, hari ini, esok, dan seterusnya.

*Photo by Ketut Subiyanto from Pexels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *