nana banana

Nanananana Bananana Nana

Sudah ngopi tapi masih saja ngantuk, terlalu banyak tidur membuat kepala pusing, rasa lapar dikala cuaca dingin memang sudah biasa, menatap cahaya dari lampu kamar menggantung, berharap cicak itu jatuh, sangat tidak sopan kawin diatas sana, sedangkan saya masih memandang cicak tersebut kejar-kejaran, tidak diketahui lagi keberadaannya sekarang.

Hujan turun sejak tadi sore membuat keringat tidak keluar, dan sekarang rasanya ingin kencing setiap saat, masuk kamar mandi ada sepasang tikus, ketika ku masuk mereka membubarkan diri, jantung ini berdetak kencang kaget dasar tikus sialan.

Badan ini cepat lemas mungkin karena jarang olahraga, paling tidak saya masih sering jalan kaki mengunjungi warung yang lumayan jauh dari kosan, pikirku itu termasuk olahraga, kembali menatap cahaya lampu, suara dari dispenser dan jeritan cicak masih saja terdengar, tidak ada lagi suara orang yang berbincang di sebelah kamar, rupanya sudah terlelap tidur.

Ku angkat gelas kopi dan ternyata habis isinya, tanpa pikir panjang saya menyeduh kopi yang masih dalam sachet coklat, mencoba menghancurkan suasana yang sunyi ini dengan memutar lagu, tidak peduli lagu apa, memutarnya secara acak, dan terdengar lirik Nanananana Bananana Nana.

Hampir satu jam, memutar lagu tersebut, sampai ingin muntah mendengarnya, Nanananana Bananana Nana, Nanananana Bananana Nana, Nanananana Bananana Nana, Nanananana Bananana Nana, Nanananana Bananana Nana, Nanananana Bananana Nana. Asuu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *