Bacot is Never Enough

Apa yang sebenarnya dibicarakan orang-orang ketika kita tidak sempat mendengarkan, selain suara sumbang yang kadang menyambar ke dalam pikiran hingga terbawa ke dalam mimpi yang berkepanjangan, tidak tahu sampai kita bisa mendengar suara sumbang itu dengan jelas oleh kedua telinga.

Kadang memuji dengan kata-kata yang begitu menyentuh hati dan kalimat yang amat peduli, tetapi disisi lain menghujat sepuas puasnya sampai hanya ada sumpah serapah yang ada di kepala, saya hanya mendengar suara sumbang dari pojokan ruang gelap yang samar samar terlihat oleh cahaya di lubang bilik yang bolong termakan rayap.

Tidak begitu terlihat wajahnya, tapi masih wajah yang sama seingat ku, tidak ada perubahan yang membuat sulit untuk membedakan dari ucapannya selain kata kata yang pernah keluar dari mulut yang sama, seakan dia yang paling tahu dari semua orang yang pernah berkata.

Sungguh maha benar netijen dengan segala bacotannya.

Bacot is Never Enough

2 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *